|
| Download the
Charter |
Instructions about downloadable versions of
the People's Charter for Health are on the publications page.
|
|
|
Piagam Rakyat Untuk Kesehatan
Piagam Rakyat Untuk Kesehatan
Download the
doc | pdf
version
Pembukaan
Kesehatan merupakan masalah sosial, ekonomi dan politik dan merupakan hak asazi manusia yang paling
penting. Kesenjangan, kemiskinan, eksploitasi, kekerasan dan ketidakadilan merupakan sumber penyakit dan kematian di antara orang-orang yang miskin dan
termarginalisasi. Bila kita ingin mengusahakan kesehatan bagi semua orang (health for all), kepentingan-kepentingan orang-orang yang berkuasa harus dikaji
ulang, globalisasi harus dilawan, dan prioritas politik dan ekonomi harus diubah secara
besar-besaran.
Piagam ini dibuat menurut pandangan orang-orang yang suaranya belum
banyak, atau belum sama sekali, terdengar. Piagam ini bertujuan untuk mendorong rakyat untuk mengembangkan sendiri pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapinya dan meminta pertanggungjawaban pemerintah
daerah, negara, organisasi internasional maupun perusahaan-perusahaan
besar.
VISI
Kesetaraan, pembangunan yang secara ekologis berkesinambungan dan kedamaian merupakan inti dari visi kami untuk dunia yang lebih baik – dunia di mana semua orang dapat hidup
sehat; dunia yang menghormati, menghargai dan merayakan semua bentuk kehidupan dan
perbedaan; dunia yang memungkinkan berkembangnya bakat-bakat dan kemampuan manusia untuk saling
memperkaya; dunia di mana suara rakyat mengarahkan keputusan-keputusan yang menentukan hidup
kita.
Kita sudah memiliki sumber daya yang lebih dari cukup untuk mencapai misi
ini.
KRISIS KESEHATAN
“Setiap hari, penyakit dan kematian merangsang amarah kami. Kami marah bukan karena ada yang sakit atau
mati. Kami marah karena banyak sekali penyakit dan kematian yang berakar dari kebijakan sosial dan ekonomi yang dipaksakan pada
kami.”
(suara dari Amerika Tengah)
Pada beberapa dasawarsa belakangan ini, perubahan ekonomi di seluruh dunia telah mempengaruhi kesehatan manusia dan keterjangkauan pelayanan kesehatan maupun pelayanan sosial
lainnya.
Sekalipun taraf kemakmuran dunia telah meningkat hingga taraf yang belum pernah tercapai
sebelumnya, kemiskinan dan kelaparan semakin meningkat. Kesenjangan antara negara kaya dan
miskin, demikian pula antar kelompok-kelompok dalam suatu negara: antar
golongan, antara laki-laki dan perempuan, serta antara tua muda.
Sebagian besar dari populasi dunia masih kekurangan pangan, papan,
pendidikan, air minum bersih, sanitasi, lahan beserta sumber daya
alam, pekerjaan dan pelayanan kesehatan. Diskriminasi terus
berlangsung, dan mempengaruhi timbulnya penyakit dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan.
Sumber daya alam bumi ini dikuras habis dengan sangat cepat. Pengrusakan lingkungan hidup yang terjadi mengganggu kesehatan semua
orang, terutama orang-orang miskin. Semakin banyak perselisihan di mana persenjataan perang masih menjadi ancaman besar bagi banyak
orang.
Sumber daya alam dunia semakin terkumpul di tangan segelintir orang yang berusaha sekuat mungkin untuk mencapai keuntungan
sebesar-besarnya. Kebijakan politik dan eknomi neo-liberal ditentukan oleh sekelompok kecil pemerintah yang sangat
kuat, dan oleh institusi internasional seperti Bank Dunia, Badan Moneter Dunia (International Monetary Fund –
IMF), dan Badan Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO). Kebijakan-kebijakan
tersebut, bersama dengan kegiatan-kegiatan perusahaan lintas negara yang tidak
diatur, telah menimbulkan dampak yang besar pada kehidupan dan kelangsungan
hidup, kesehatan dan kesejahteraan rakyat di belahan dunia utara maupun
selatan.
Pelayanan masyarakat belum dapat memenuhi kebutuhan manusia, antara lain karena pengurangan akibat pemotongan anggaran sosial
pemerintah. Pelayanan kesehatan semakin tidak terjangkau, penyebarannya semakin tidak merata dan tidak
sesuai.
Swastanisasi dapat membuat pelayanan kesehatan semakin tidak terjangkau dan menentang prinsip dasar
kesetaraan. Tetap adanya penyakit-penyakit yang dapat dicegah, seperti tuberkulosis dan malaria, serta timbulnya dan menyebarnya penyakit-penyakit baru seperti HIV/AIDS mengingatkan kita akan kurangnya komitmen dunia terhadap kesetaraan dan
keadilan.
PRINSIP-PRINSIP DEKLARASI KESEHATAN DUNIA
-
Kesempatan untuk mencapai taraf kesehatan dan kesejahteraan yang setinggi-tingginya merupakan hak asazi manusia yang
mendasar, tanpa membeda-bedakan menurut ras, latar belakang etnis, agama, jenis
kelamin, usia, kemampuan, orientasi seksual maupun golongan.
-
Prinsip Pelayanan Kesehatan Primer yang terpadu dan universal, seperti yang digambarkan dalam Deklarasi Alma Ata tahun 1978, seharusnya menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan
kesehatan. Kini, kebutuhan akan pendekatan yang menyetarakan,
partisipatif, dan lintas sektoral terhadap masalah kesehatan semakin
meningkat.
-
Pemerintah memiliki tanggung jawab yang penting dalam memastikan bahwa pelayanan
kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial lainnya dapat terjangkau oleh semua orang dan sesuai dengan kebutuhan
mereka, bukan berdasarkan kemampuan mereka untuk membayar.
-
Partisipasi rakyat dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam
penyusunan, penerapan dan pengkajian ulang semua kebijakan dan program kesehatan dan
sosial.
-
Kesehatan terutama ditentukan oleh lingkungan sosial, ekonomi dan
politik, dan seharusnya, bersama-sama dengan pembangunan yang berkesinambungan dan
merata, menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan daerah,
negara, maupun internasional.
-
Untuk mengatasi krisis kesehatan dunia, kita perlu mengambil langkah-langkah pada setiap tingkatan –
perorangan, wilayah, nasional, regional dan global – dan di setiap
sektor. Tuntutan di bawah ini menjadi dasar untuk mengambil
tindakan.
Ajakan untuk mengambil tindakan
Untuk mengatasi krisis kesehatan dunia, kita perlu mengambil langkah-langkah pada setiap tingkatan –
perorangan, komunitas, nasional, regional dan global – dan di setiap
sektor. Tuntutan di bawah ini menjadi dasar untuk mengambil
tindakan.
Kesehatan sebagai Hak asazi manusia
Kesehatan mencerminkan komitmen masyarakat terhadap kesetaraan dan
keadilan. Kesehatan dan hak asazi manusia seharusnya diprioritaskan di atas kepentingan ekonomi dan
politik.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Mendukung semua upaya untuk menerapkan hak untuk sehat.
-
Menuntut pemerintah dan organisasi internasional untuk merumuskan
kembali, menerapkan dan memastikan dilaksanakannya kebijakan dan praktek yang menghormati hak untuk
sehat.
-
Membangun gerakan masyarakat untuk memaksa pemerintah untuk memasukkan kesehatan dan hak asazi manusia ke dalam undang-undang dan peraturan
negara.
-
Melawan eksploitasi kebutuhan kesehatan rakyat untuk mengambil
keuntungan.
Menghadapi faktor-faktor penentu kesehatan yang lebih umum
Tantangan di bidang ekonomi
Ekonomi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan
masyarakat. Kebijakan ekonomi yang memprioritaskan kesetaraan, kesehatan dan kesejahteraan sosial dapat meningkatkan taraf kesehatan maupun ekonomi
rakyat.
Kebijakan politik, keuangan, pertanian dan industri yang terutama mementingkan kepentingan
kapitalis, yang dipaksakan oleh pemerintah negara dan organisasi
internasional, mengasingkan rakyat dari kehidupan dan kelangsungan hidup
mereka. Proses globalisasi dan liberalisasi ekonomi telah meningkatkan kesenjangan antar negara dan dalam masing-masing
negara.
Ada banyak negara, terutama negara-negara yang paling kuat di
dunia, yang menggunakan sumber daya yang mereka miliki, termasuk sangsi ekonomi dan intervensi
militer, untuk mengkonsolidasikan dan memperluas posisi mereka. Hal ini memiliki pengaruh yang sangat buruk pada kehidupan
masyarakat.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Menuntut diubahnya Badan Perdagangan Dunia (WTO) dan sistem perdagangan dunia supaya berhenti melanggar hak asazi manusia dalam bidang
sosial, lingkungan hidup dan ekonomi dan mulai melakukan diskriminasi secara positif guna menguntungkan negara-negara belahan dunia bagian
selatan. Untuk melindungi kesehatan rakyat, perubahan tersebut harus mencakup pengelolaan hak cipta
intelektual, seperti hak paten dan aspek-aspek perdagangan dari perjanjian hak cipta intelektual (Trade Related aspects of Intellectual Property Rights – TRIPS agreement).
-
Menuntut dihapuskannya hutang negara dunia ketiga.
-
Menuntut adanya perubahan besar-besaran dari Bank Dunia dan Badan Keuangan Dunia (International Monetary Fund -
IMF) sehingga organisasi-organisasi tersebut mencerminkan dan mendukung secara aktif hak-hak dan kepentingan-kepentingan negara
berkembang.
-
Menuntut adanya peraturan yang tepat guna untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan lintas negara tidak memberikan dampak yang negatif terhadap kesehatan
masyarakat, mengeksploitasi tenaga kerja mereka, merusak lingkungan hidup atau menentang kedaulatan
negara.
-
Memastikan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan pertanian yang sesuai dengan kebutuhan rakyat dan bukan menurut tuntutan
pasar, sehingga memastikan kecukupan dan keterjangkauan pangan secara
merata.
-
Menuntut pemerintah negara untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak kesehatan rakyat dalam undang-undang hak cipta
intelektual.
-
Menuntut adanya pengendalian dan pemungutan pajak terhadap aliran dana internasional yang bersifat
spekulasi.
-
Meminta agar semua kebijakan ekonomi dikaji dampaknya terhadap
kesehatan, kesetaraan, gender dan lingkungan hidup dan mencakup upaya-upaya yang dapat dipaksakan untuk mengatur dan memastikan bahwa kebijakan tersebut dijalankan dengan
benar.
-
Menantang teori ekonomi yang berpusat pada pertumbuhan dan menggantinya dengan alternatif lain yang menciptakan masyarakat yang manusiawi dan
berkesinambungan. Teori ekonomi sebaiknya menyadari keterbatasan lingkungan
hidup, begitu pentingnya kesetaraan dan kesehatan, serta peranan tenaga kerja tanpa
upah, terutama karya perempuan yang kurang disadari dan dihargai.
Tantangan sosial politik
Kebijakan-kebijakan sosial yang terpadu memiliki damapak yang positif terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup
manusia. Globalisasi dan swastanisasi ekonomi telah mengganggu
komunitas, keluarga dan kebudayaan secara besar-besaran. Perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam mepertahankan jaringan sosial masyarakat di
mana-mana, namun kebutuhan-kebutuhan mereka yang mendasar seringkali diabaikan atau
dilalaikan, dan hak-hak dan martabat mereka dilecehkan.
Institusi masyarakat telah dilupakan dan dilemahkan. Banyak dari tanggung jawab mereka yang dialihkan ke sektor
swasta, terutama ke perusahaan-perusahaan, atau kepada institusi nasional atau internasional
lainnya, yang jarang bertanggung jawab terhadap rakyat. Selain itu, kekuatan partai politik dan perserikatan buruh telah dipotong secara
besar-besaran, sedangkan kekuatan konservatif dan fundamentalis semakin
kuat. Demokrasi yang partisipatif dalam organisasi politik dan struktur sipil seharusnya
dikembangkan. Ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan dan memastikan transparansi dan
pertanggungjawaban.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Menuntut dan mendukung disusun dan diterapkannya kebijakan sosial yang terpadu dengan partisipasi penuh seluruh lapisan
masyarakat.
-
Memastikan bahwa perempuan memperoleh kesempatan kerja, kesempatan
hidup, serta kebebasan untuk mengungkapkan diri, ikut serta dalam kegiatan
politik, menjalankan pilihan agama, dan memperoleh pendidikan yang setara dengan
laki-laki, serta terbebas dari kekerasan.
-
Mendorong pemerintah untuk mencanangkan dan memaksakan peraturan yang melindungi dan mendukung kesehatan
fisik, mental dan spiritual serta hak asazi kelompok-kelompok yang
termarginalisasi.
-
Menuntut bahwa pendidikan dan kesehatan mendapat prioritas utama dalam agenda
politik. Hali ini mencakup pendidikan yang bermutu, bebas biaya dan wajib untuk semua anak dan
dewasa, terutama anak-anak perempuan dan perempuan dewasa, serta untuk pendidikan dan perawatan kanak-kanak yang
bermutu.
-
Menuntut bahwa kegiatan institusi masyarakat, seperti pelayanan perawatan
anak, sistem pembagian pangan dan penyediaan papan, menguntungkan kesehatan perorangan dan
masyarakat.
-
Mengecam dan menuntut diubahnya kebijakan manapun yang mengakibatkan orang kehilangan tempat
tinggal, lahan, ataupun pekerjaan.
-
Menentang kekuatan-kekuatan fundamentalis yang mengancam hak-hak dan kebebasan
perseorangan, terutama kehidupan perempuan, anak, dan kelompok-kelompok
minoritas.
-
Menentang pariwisata seksual dan perdagangan global perempuan dan anak-anak
Tantangan di bidang lingkungan hidup
Pencemaran air dan udara, perubahan iklim yang begitu cepat, penipisan lapisan
ozon, penggunaan dan limbah nuklir, zat-zat kimiawi beracun dan
pestisida, berkurangnya keanegaragaman hayati, penggundulan hutan dan erosi tanah memiliki dampak yang begitu besar terhadap kesehatan
masyarakat. Penyebab utama dari pengrusakan ini mencakup eksploitasi sumber daya alam yang tidak
berkesinambungan, tidak adanya visi holistik jangka panjang, dan penyebaran perilaku yang individualistis dan memaksimalkan
keuntungan, serta konsumsi yang berlebihan oleh orang-orang kaya. Pengrusakan ini harus dilawan dan dihentikan dengan segera secara
efektif.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Menuntut pertanggungjawaban perusahaan nasional dan lintas
negara, institusi masyarakat dan militer atas kegiatan mereka yang merusak dan berbahaya yang memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan
masyarakat.
-
Menuntut agar semua proyek pembangunan dikaji berdasarkan kriteria kesehatan dan lingkungan hidup dan diterapkannya peringatan dan batasan-batasan setiap kali teknologi atau kebijakan mengancam kesehatan atau lingkungan hidup
(prinsip pencegahan).
-
Menuntut pemerintah untuk segera mengambil komitmen untuk mengurangi gas-gas yang menimbulkan fenomena rumah kaca di daerah mereka masing-masing yang jauh lebih ketat daripada yang telah digariskan dalam perjanjian perubahan iklim
internasional, tanpa beralih pada teknologi dan praktek yang berbahaya atau tidak
tepat.
-
Melawan pengiriman limbah industri yang beracun, berbahaya dan radioaktif ke negara-negara miskin dan daerah-daerah yang termarginalisasi dan mendukung pemecahan yang membatasi produksi
limbah.
-
Mengurangi gaya hidup yang berlebihan dan tidak
berkesinambungan, baik di belahan bumi utara maupun selatan. Menekan negara-negara industri yang kaya untuk mengurangi konsumsi dan polusi mereka hingga 90%.
-
Menuntut tindakan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan
kerja, termasuk pengawasan keadaan kerja yang terfokus pada
pekerja.
-
Menuntut upaya untuk mencegah kecelakaan dan cedera di tempat
kerja, di masyarakat dan di rumah.
-
Menolak paten terhadap kehidupan dan melawan pembajakan-biologis dari kearifan dan sumber daya
tradisional.
-
Mengembangkan indikator yang berpusat pada rakyat dan berbasis komunitas untuk menilai kemajuan lingkungan hidup dan
sosial, dan untuk memaksakan pengembangan dan penerapan audit berkala yang menilai pengrusakan lingkungan hidup dan taraf kesehatan
masyarakat.
Peperangan, kekerasan, perselisihan dan bencana alam
Peperangan, kekerasan, perselisihan dan bencana alam merusak masyarakat dan menghancurkan martabat
manusia. Hal-hal tersebut memiliki dampak yang luar biasa besar terhadap kesehatan fisik dan mental anggota
masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak. Peningkatan jumlah senjata dan perdagangan senjata internasional yang agresif dan penuh korupsi mengganggu stabilitas
sosial, politik dan ekonomi serta alokasi sumber daya pada sektor
sosial.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Mendukung kampanye dan gerakan perdamaian dan pelucutan
senjata.
-
Mendukung kampanye melawan agresi, serta penelitian,
produksi, uji dan penggunaan senjata pengrusakan massal maupun senjata-senjata lain, termasuk semua jenis ranjau
darat.
-
Mendukung inisiatif rakyat untuk mencapai perdamaian yang adil dan
berkesinambungan, terutama di negara-negara yang mengalami perang saudara dan pembunuhan kelompok-kelompok tertentu (genocide).
-
Mengecam penggunaan anak-anak sebagai tentara, serta pelecehan dan
perkosaan, penyiksaan dan pembunuhan perempuan dan anak-anak.
-
Menutut berakhirnya upaya untuk menduduki wilayah orang lain sebagai salah satu senjata yang paling merusak martabat
manusia.
-
Menentang militarisasi intervensi bantuan kemanusiaan.
-
Menuntut adanya perubahan besar-besaran dari Dewan Keamanan PBB agar berfungsi secara
demokratis.
-
Menutut PBB dan masing-masing negara untuk menghentikan semua jenis sangsi yang digunakan dalam agresi yang dapat mengganggu kesehatan rakyat
sipil.
-
Mendukung inisiatif masyarakat yang independen untuk memproklamasikan
wilayah, daerah ataupun kota-kota tertentu sebagai daerah damai dan bebas
senjata.
-
Mendukung kegiatan dan kampanye untuk mencegah dan mengurangi perilaku yang agresif dan penuh
kekerasan, terutama diantara laki-laki, dan mengembangkan hidup bersama secara
damai.
-
Mendukung kegiatan dan kampanye untuk mencegah bencana alam dan upaya untuk mengurangi penderitaan manusia yang
diakibatkannya.
Sektor kesehatan yang berpusat pada manusia
Piagam ini menuntut tersedianya pelayanan kesehatan primer yang terpadu untuk semua
orang, tanpa memperhitungkan kemampuan mereka untuk membayar. Pelayanan kesehatan harus bersifat demokratis dan bertanggung jawab dengan sumber daya yang
cukup.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Menentang kebijakan internasional dan nasional yang menswastanisasikan pelayanan kesehatan dan menjadikannya sebuah
komoditas.
-
Menutut pemerintah untuk meningkatkan, membiayai dan menyediakan pelayanan kesehatan terpadu sebagai cara yang paling tepat guna untuk menghadapi masalah kesehatan dan mengatur pelayanan kesehatan masyarakat agar selalu terjangkau dan bebas
biaya.
-
Menekan pemerintah untuk menyusun, menerapkan dan memastikan dilangsungkannya kebijakan nasional di bidang kesehatan dan
obat-obatan.
-
Menuntut pemerintah untuk melawan swastanisasi pelayanan kesehatan masyarakat dan memastikan pengaturan yang tepat guna dari sektor medis
swasta, termasuk pelayanan medis yang bersifat sukarela maupun yang dilaksanakan oleh
LSM.
-
Menuntut perubahan besar-besaran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar mampu menanggapi tuntutan kesehatan dengan cara yang menguntungkan orang
miskin, menghindari pendekatan vertikal, memastikan usaha lintas
sektoral, mengikutsertakan organisasi masyarakat dalam Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) dan tetap bebas dari kepentingan
perusahaan.
-
Meningkatkan, mendukung dan ikut serta dalam kegiatan yang mendukung kekuatan dan kedaulatan rakyat dalam pengambilan keputusan kesehatan di setiap
tingkatan, termasuk hak pasien dan konsumen.
-
Mendukung, menyadari, menghargai dan meningkatkan sistem penyembuhan dan tenaga kesehatan tradisional dan holistik serta pemaduannya dalam pelayanan kesehatan primer.
-
Menuntut diubahnya pelatihan petugas kesehatan agar lebih berfokus pada masalah dan berdasarkan pada
praktek, lebih memahami dampak dari masalah-masalah global terhadap
komunitasnya, serta semakin dipacu untuk bekerja bersama-sama dengan komunitasnya dan menghormati komunitasnya dengan segala keanekaragaman di
dalamnya.
-
Melawan mitos teknologi kedokteran dan kesehatan (termasuk
obat-obatan) dan menuntut bahwa hal-hal tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
rakyat.
-
Menuntut agar penelitian di bidang kesehatan, termasuk penelitian genetik dan pengembangan obat-obatan dan teknologi
reproduksi, dilaksanakan secara partisipatif dan berdasarkan kebutuhan oleh institusi-institusi yang bertanggung
jawab, berorientasi pada manusia dan kesehatan masyarakat dan menghormati prinsip-prinsip etik yang universal.
-
Mendukung hak manusia untuk menentukan sendiri kegiatan seksual dan reproduksi masing-masing dan melawan semua tindakan yang memaksakan kebijakan keluarga berencana dan pembatasan jumlah
penduduk. Hal ini termasuk hak untuk mendapat segala bentuk cara pengaturan kesuburan yang aman dan tepat
guna.
Partisipasi rakyat untuk menciptakan dunia yang sehat
Organisasi dan gerakan masyarakat yang kuat sangat penting dalam proses pengambilan keputusan yang lebih
demokratis, transparan dan bertanggung jawab. Hak-hak sipil,
politik, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat harus terjamin. Sementara pemerintah mempunyai tanggung jawab utama untuk meningkatkan pendekatan yang lebih menjamin kesetaraan dalam bidang kesehatan dan hak asazi
manusia, berbagai bentuk kelompok maupun gerakan masyarakat madani, serta media massa memegang peranan penting dalam memastikan kekuatan dan kedaulatan rakyat dalam pengembangan kebijakan dan mengawasi
penerapannya.
Piagam ini mengajak masyarakat dunia untuk:
-
Mengembangkan dan memperkuat organisasi masyarakat sebagai dasar analisa dan
tindakan.
-
Meningkatkan, mendukung dan ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keikutsertaan rakyat dalam pengambilan keputusan dalam bidang pelayanan masyarakat di setiap
tingkatan.
-
Menuntut bahwa organisasi masyarakat diwakilkan dalam forum
lokal, nasional dan internasional yang berkaitan dengan kesehatan.
-
Mendukung inisiatif lokal terhadap demokrasi yang partisipatif melalui pembentukan jaringan solidaritas yang berpusat pada rakyat di seluruh
dunia.
|
Majelis Kesehatan Rakyat dan Piagam Rakyat untuk Kesehatan
Ide untuk membentuk Majelis Kesehatan Rakyat ini (People’s Health Assembly - PHA) telah dibicarakan selama lebih dari satu
dasawarsa. Pada tahun 1998 sejumlah besar organisasi meluncurkan proses PHA dan mulai merencanakan pertemuan internasional besar-besaran untuk dilangsungkan di Bangladesh pada akhir tahun 2000. Telah dilangsungkan sejumlah kegiatan sebelum dan sesudah
pertemuan, termasuk lokakarya regional, pengumpulan kisah-kisah yang berkaitan dengan kesehatan dan perumusan Piagam Rakyat untuk
Kesehatan.
Piagam ini dirumuskan berdasarkan pandangan rakyat dan organisasi kemasyarakatan dari seluruh
dunia, dan pertama kali disetujui dan mulai disahkan pada pertemuan di Savar, Bangladesh, pada bulan Desember 2000.
Piagam ini merupakan pengungkapan dari kekhawatiran kita bersama, visi akan dunia yang lebih baik dan lebih
sehat, serta ajakan kami untuk mengambil tindakan yang radikal. Piagam ini merupakan alat untuk mempromosikan dan titik mula di mana kekuatan kesehatan dunia dapat terkumpulkan dan jaringan maupun koalisi lainnya dapat
dibentuk.
|
Amendemen
-
Setelah disetujui pada tanggal 8 Desember 2000, kelompok perumus mendapat masukan bahwa ayat pertama dan kedua di bawah tantangan di bidang ekonomi dapat diinterpertasikan sebagai bentuk dukungan terhadap pasal-pasal sosial yang dicanangkan oleh WTO, yang malah memperkuat WTO dalam agenda
neoliberalisasinya. Dengan mempertimbangkan akibatnya, PHA menuntut perubahan WTO dan sistem perdagangan global, dan kedua paragraf tersebut disatukan dan
diperbaiki.
-
Bagian Peperangan, kekerasan dan perselisihan telah diperbarui untuk mencakup bencana
alam. Ayat baru, yang kelima dalam versi ini, ditambahkan untuk menuntut diakhirinya
penjajahan. Selain itu, ayat ketujuh, yang sekarang menjadi
kedelapan, ditambahkan untuk mencakup semua jenis sangsi. Ayat kesebelas ditambahkan untuk membahas bencana
alam.
Quick Feedback: Has this
information been useful?
|